Dec 20 2007
#I&#^*($%
Aku lupa kapan pertama kali ada senyum di wajah ini
tapi ibu ingat
ibu mengukir senyum itu di keningnya
aku lupa bagaimana kedua tungkai ini bisa berlari mengejarnya
tapi ibu ingat
ibu merekam tiap langkah yang kuatur
aku lupa kapan pertama kali aku menyuap makanan sendiri
tap ibu ingat
ibu kehilangan hobinya saat itu
aku lupa kapan pertama kali dengan fasih kulantunkan Alfatihah
tapi ibu ingat
ibu merekam suara lidahku yg patah di benaknya
Aku lupa betapa hebohnya saat menerima rapor pertama
tapi ibu ingat
ibu menyemat kuat lencana haru dan bangga di hatinya
Aku lupa kpn pertama kali terjatuh dari sepeda
tapi ibu ingat
ibu mengingat jelas bagaimana cemas dan getir mengaduk hatinya saat itu
Dan ibu, terimakasih u/ itu
Namun aneh…
ibu lupa dengan taruhan nyawanya ia membayarku
dan akupun sering tak ingat
ibu lupa dia pernah sangat lelah menjagaku sepanjang waktu
dan akupun sering tak ingat
ibu lupa kalau ia selalu memberiku senyum2 luar biasa
dan akupun sering tak ingat
ibu lupa kapan aku melanggar nasehatnya
dan akupun sering tak ingat
dan, ibu.. mgkin maaf tak cukup u/ itu…
ibu…
ibu…
ibu…
(ibu, dirimu adalah keajaiban, terimakasih krn dengan bijaksana telah kenalkan aku dengan Penguasa di Atas Sana, Mahasuci Allah yg telah menurunkan malaikat, yg sebagian obsesi hidupnya adalah mencintaiku,terimakasih telah mencintaiku, dan cinta adalah cinta karena ia mengalir, cintamu seperti itu ibu…)
