Archive for May, 2008

May 31 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

BERITA DUKA

Filed under Uncategorized

Telah berpulang ke tong sampah sebuah hape Nokia 7610 pada tanggal
31mei’08 setelah beberapa minggu mati suri… semoga bangkainya diterima oleh
pemulung. Amin!

(Eh, ga tega juga si, sayang kalo dbuang, siapa tw masi bs
djual bwt dummy, hehe)

Hhh… sedih…

Aku hrs kehilangan hape yang setia menemani selama lebih
kurang satu taun ini,,

Padahal banyakkkk bangettt kenangan bersamanya,,

Selalu aku pake buat ngomong ga penting berjam2 sama ortu
(nanya kabar, ud makan atw blm, ud sholat atw blm, kamar ud rapi atw blm,
kuliah gmn, dan… nanya kabar lagi), ngirim2 sms, denger mp3, poto2 narsis
(bareng findi), ud banyak sms yg masuk kesana, yg bikin ketawa, senyum2 ga jelas,
sedih, biasa aja, kecewa, kesel, beragam! sarana aku berkomunikasi dgn dunia
luarlah,,

Akhirnya, karena (sering banget!) kebanting, si hape malang itu ga mau nyala2
lagi,

Dulunya sih pernah ga mw nyala juga, tapi dengan sedikit sotoy
buka2 fastenernya pake gunting kuku dan ngacak2 internalnya dengan biadab, si
hapenya bisa nyala (takjub!).

Nah, tp wktu itu ga mw nyala2 lagi,,

setelah didiamkan beberapa saat, berharap masi ada keajaiban
dan itu sia2 akhirnya aku ditemenin tika mutusin ke nokia care.

Nunggu 4hri,hri ini aku ngubungin nokia carenya, tika sih yang
nelponin krn aku grogi, takut denger yang ga diharepin (ga penting bnget kan?), ak cuma berani
sms, hehe..

Abis tika telpon2an…

“kabar buruk cha”

“tuh kan…da
pa???”

“Hape kam#$%^&$*^blablablabla%*^$*… jadi ga bisa hidup lagi!!

Dunia serasa runtuh, sodara2!!!Hampir aku mutusin bwt minta
ditraktir tika (lho??)

Tp ya ud la ya, berarti kita ga berjodoh, emang cuma ada
satu hape di dunia ini???

Tapi tw ga sih,, itu hape ke sekian yg berhasil aku aniaya, hape2
sebelumnya pernah  kecemplung di bak
mandi (Ehmm… bawa hape k kamar mandi wajar kan??), hape pernah kemasukan softdrink ampe
rusak total padahal baru dipake kurang lebih 3bln! Kebanting jangan ditanya ud
berapa kali, abis itu dulu sering lupa naro dimana, dan ditemukan 2-3 hari
setelah itu (tentunya setelah diklaim hilang ), ga bs dimiskolin krn batrenya
abis, dan tw ga, dlu pas di sekolah, temen aku, novita komplen knp smsnya ga dbales,
dan aku cm bisa jawab, “sori2! Cha lupa naro hape dimana”

Oy, aku juga males bget ngecharge, ampe2 pa2 yg  sering ngecharge-in, trus saking isengnya, aku
pernah nyimpen hape di kulkas coba, bukan sulap bukan sihir dlm beberapa jam screen
hape bisa beruap lho!silakan dicoba,, trus batre hape sering banget jd gembung,
charger jgn ditanyain ud berapa kali ganti,,,

Hmmph… sebenernya ada apa dengan hape di dunia ini??? Knp gampang
banget rusak?

Hehe…

aku bener2 harus kerja keras untuk memperbaiki diri ni….

Doakan saudarimu ini,y!!!

Oy, doakan juga dana bwt beli hape baru cepat mengucur!hihi…

6 responses so far

May 12 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

GAMAIS PEDULI,,

Filed under Uncategorized

Entah kenapa aku
ingin menulisnya

Bukan karena apa2

Hanya sebuah
keinginan untuk meluahkan pengalaman ini ke dalam kata2, menyimpannya dengan
baik dalam sel memori, mendekapnya erat dalam ingatan, agar ia jauh sejauh2nya
dari lupa, agar zaman tak mampu menelannya, agar usia tak mengambilnya
dariku,,,

Tak lain tak
bukan karena aku tak ingin kehilangan. Kehilangan sesuatu yang berharga,
kehilangan sebuah penghargaan, kehilangan sepenggal kisah yang bisa kuceritakan
untuk siapapun kelak.

Sore itu indah,
diselimuti layung Tuhan dengan teduhnya kelembutan, hingga aku bisa merasakan
belaian kasih sayang angin yang bertiup, penuh bahasa kasih, cinta, cinta Tuhan
yang ia percikkan ke setiap sukma manusia.

Kampung 200,
Cisitu, 10 Mei 2008, saat mega melagukan tasbih alam. Di dalamnya ada benih
hujan, yang dengannya Tuhan melimpahkan nikmat, meneguhkan setiap tapak yang
berjalan di muka bumi. Angin
menggiringnya ke kampung seberang, membawa serta keluh kesahku, menguap,
menjauh,meninggalkan kerak bumi.

Semua rasa melebur
bersama tawa anak2, mereka berlarian, tertawa, manja minta digendong, mengajak
bercengkerama kakak2 yang sengaja datang untuk mereka. Aku tau, saat itu mereka
merasa seperti putri2 dan pangeran2 di negeri dongeng, seperti yang selalu
mereka dengar,mereka merasa dihargai, ada yang peduli, ada yang bertanya kabar
mereka hari itu, bagaimana sekolah mereka, dengan apa mereka makan tadi siang,,

Subhanallah, aku
sedang menggenggam ibrah. Tuhan, hari itu milik mereka, milikku, milik aku,
milik mereka. Maka nikmat Engkau mana yang berani kudustakan???

Saat membaur
bersama mereka, apalagi yang bisa meluluhkan hati selain kepolosan dan
kejujuran mereka. Mereka jujur pada diri sendiri, mereka jujur pada dunia,
mereka jujur pada Rabb mereka. Walaupun mereka tidak mengerti mengapa mereka
seperti itu. Entah kenapa aku percaya kalau anak2 dekat dengan malaikat, mereka
tidak pernah tau cara mengejawantahkan duka selain dengan menangis, mereka
tidak mengerti bagaimana menunjukkan bahagia selain dengan tertawa. Mereka suci,
sesuci senyuman mereka. Mereka guru2ku, dosen2ku yang sengaja diatur Tuhan
untuk memberikan kuliah kehidupan, tentang kejujuran adalah kekuatan, bahwa
orang yang jujur adalah orang yang kuat. Mereka membuktikannya, mereka mampu
membuatku melihat kekuatan, menembus tulang2 mereka yang masih rapuh. Dan
pelajaran itu akan kubawa dalam hidup, mengalir mengikuti darah di segenap
pembuluhku, membuncah di setiap nafasku, hingga akhirnya ikut terkubur bersama
jasadku kelak dan dengan ruh, kubawa menghadap Zat yang dariNya kejujuran itu
berasal. InsyaAllah, amin…

Aku akan mengingat
enti (kudoakan semoga ibumu lekas sembuh, dek!Sabar, insyaAllah nanti ada orang
baik yg akan menyekolahkanmu), wati, neno, mentari,aldi (kenapa waktu itu ga
mau kakak gendong?), kaka,sandi, lani, dayat, rizki,iqbal, andika s, andika j
(mau tw apa yang salah seorang andika ini bilang ketika aku panggil dengan sebutan
‘andika’ saja???begini:”atuhlah kak, bukan andika, andika es, ntar ketuker sama
andika je, di sekolah kan kaya gitu..”, siapa yg tidak senyum mendengar ini?),
devi, kiki, dan puluhan anak lainnya.

Aku jadi ingat
kepolosan devi, anak usia lima tahunan. Waktu itu aku sedang duduk menikmati
ibu2 yang sedang bermain futsal (jika salah satu diantara mereka adalah ibuku,
bisa dipastikan, beliau sudah kutarik pulang). Devi duduk di sebelah kiriku.
Disebelah kananku ada kiki, adik seorang akhi yang dititipkan padaku. Kiki
sangat gemuk, menggemaskan (aku yakin ini alasan kenapa kakaknya tega bertanya
“kiki mau ikutan main bola, atau jadi bola?”Yup!pertanyaan yg terdengar
sopan).

Semua berlangsung
ketika aku melarang anak2 memanjat, menakut2i mereka kalau nanti jatuh kaki
mereka bisa patah dan mengeluarkan banyak darah, agak lebay memang, karena yang
mereka panjat tak lebih dari satu meter (dan aku tau ini sia2, sebab semakin
dilarang mereka justru semakin menjadi2, ini juga trikku dulu waktu kecil untuk
mengambil perhatian orang, selain dengan pura2 menangis). Devi di sebelahku
cekikikan, menggoyang2 lenganku.

Dia bertanya
sambil cekikikan ,”kakak, di sebelah itu siapanya kakak?”

“Adeknya kakak”,
aku tidak menemukan jawaban lain selain ini. Sempat berfikir untuk menjawab
‘ini tadi, ada yang nitipin adeknya ke kakak’

“kok gemuk sih
kak?kakaknya kurus, kok adeknya gemuk??”

Hening.

“kenapa ga?kan
bisa aja…”

“kak,adek kakak
namanya siapa?”

“kiki.”

“kiki kelas
berapa kak?”

Aku bingung, anak
ini terlihat sangat penasaran dengan ‘kegemukan’. Sementara anak di depan ku
yang memanjat semakin menjadi2 seperti melakukan atraksi sirkus, karena
perhatianku tidak lagi padanya.

“Tanya aja
langsung orangnya,, kak kiki… kak kiki ditanyain udah kelas berapa…?”. Tak
semua yang kita harapkan jadi kenyataan. Kiki tidak menjawab. Kiki diam,
memainkan botol air minum di tangannya.

“Tanyain aja,”
ulangku

“males ah,”

“lho?kenapa?”

“Abis dia gemuk.”
Devi begitu mantap menjawab dengan wajah tanpa dosa.

Mukaku langsung
merah padam menahan ketawa. Aku tau kalau saat itu aku tertawa, akan ada satu
anak yang akan sedih, kehilangan penghargaan yang ia butuhkan dari semua orang.

Aku jawab dengan,
“lho, emang kenapa kalau gemuk?gemuk kan bukan dosa, knp harus malu?kak kikinya
kelas 6”

Devi mengangguk2,
aku mengambil kesimpulan bahwa dia paham, apalagi setelah dia menambahkan
‘gemuk berarti sehat ya kak?’. Aku tak melihat reaksi kiki karena aku fokus
pada devi. Aku harap ia puas dengan jawabanku.

Namun, sepertinya
devi lagi2 tertarik dengan fenomena ‘kegemukan’, dia bertanya lagi,”Dia sekolah
dimana kak?”. Aku mengulang jawaban yang sama, ‘tanyain aja ke kak kikinya”.

“gak ah, males,
dia gemuk”

“CGHJKKK
HBGKKKLCGHHJFFF”

Devi senyum
dengan bangga penuh arti, bangga kalau dia kurus. Siapa yang tidak ikut
tersenyum mendengar itu, melihat senyum polos Devi.

Dasar, anak2…

Saat itu ada
selangsa kebahagian yang diam2 hadir menyelinap ke ulu hatiku, bersarang di
sana, gemuruh bahana ke seluruh jiwaku, nyaris tanpa perintah otak, tanpa
rumitnya perjalanan stimulan, dan kompleksnya tugas syaraf, bibir ini
tersenyum. Diikuti senyuman puluhan anak, senyuman ibu2, senyuman kami di kampung
200, bumi Tuhan menjadi saksi, langit Tuhan menjadi saksi, angin, awan,
semuanya…

Hari sudah
semakin sore, acara sudah usai hari itu, mereka berpamitan padaku, menyalamiku,
aku balas mendekap mereka, kubisikkan doa di telinga mereka dan ingin pula kubisikkan
bahwa kebahagiaan milik semua orang, Tuhan ada untuk semua orang, siapapun,
dimanapun, kapanpun, saat sedih, saat senang, Tuhan ada di segala musim, dan
dalam islam segalanya terasa indah, doa bicara bahwa ukhuwah itu indah.

Oya, ada seorang
ibu yang menyalamiku, tampak sangat bahagia, beliau mengingatkanku pada ibu
lainnya yang tadi siangnya bercerita padaku dan 2 akhwat lainnya tentang buah
kolangkaling, Beliau menyebutnya cangkaleng. Dan di akhir cerita, beliau
bilang, “Kalo ada cangkaleng, tar inget ibu ya neng…” Aku dan yang lainnya
senyum. InsyaAllah bu…

Adzan maghrib
berkumandang, kembali mengisi hati ini dengan “Allahuakbar”, dengan pujian
paling kekal sepanjang sejarah manusia yang mengagungkan Penciptanya. Dengan
senyuman, kami menutup hari itu, menjemput malam, menjemput ketenangan, dan
siap menyaksikan milyaran gemintang bercengkerama, berkedip, menggoda penduduk
bumi, melakukan tasbih untuk Tuhannya dengan caranya sendiri. Dan saat itu,
kembali terlintas senyuman anak2, satu senyuman mereka adalah senyuman dunia,
senyuman malaikat, senyuman penduduk bumi, senyuman penghuni langit.

 

Nb:

 
Hari berikutnya
sangat melelahkan. Duet aku dengan nadhilah menghasilkan anak2 yang berteriak
minta jajan, berlarian kesana kemari, minta makan. Sangat melelahkan! Sampai2
ketika Nadhilah berkata, “Ocha, muka igun kena bola”, tau aku menjawab apa, yep
‘alhamdulillah….’, Nadhilah langsung melotot dan bergumam, “OCHA!!!”.
Astaghfirullah, ya Rabb, aku hanya bercanda, hanya ingin menghibur diri sendiri,
menghilangkan sedikit penat, bagaimana hati ini bisa tega??

Hari itu aku dan
Nadhilah mendapat pelajaran ‘jangan macam2 dengan anak2’ dan pelajaran kedua
untukku pribadi adalah kuliah kalkulus pak S*my**t* bukanlah musibah, bahkan
sangat mengasyikkan, seperti piknik, jika dibandingkan dengan mengejar 8 anak
yang berlarian.

11 responses so far

May 12 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

mang angkot

Filed under Uncategorized

sebenarnya kejadian ini uda aga lama,
bermula ketika ocha yang baik hati lupa kalo ia ga bawa uang, tapi dengan santainya nyetop angkot,,malangnya di angkot lg rame dan ga da satupun yang dikenal.
sesampainya di gerbang barat, dan angkot berhenti, dengan wajah memelas seorang ocha berkata "pak, tunggu bentar y, dompet sy ketinggalan"(bohong sih, sebenernya ga punya dompet, cuma masa mau bilang, "biasanya ada uang berserakan di tas saya pak, tapi ternyata ud abis, bingung mana yang sampah mana yang uang, kynya kebuang gitu pak"
seorang ocha melakukan penyelamatan harga diri dengan menghubungi siapapun yang dikenal, tapi sia2, ga ada yang ngangkat ketika di telpon,
akhirnya mang angkot berkata, "udlah neng ga apa2…"
"beneran pak?aduh pak, maaf y, saya bnr2 ga tw klo ga bw uang…"
"ud, ga apa2"
"makasih banyak y pak,"
angkot berlalu di depan mata, dan harga diri susah untuk diselamatkan,,
u/ mang angkot yang baik hati, maap pak, bapak harus ketemu saya waktu itu,, di manapun bapak berada, semoga kita bs ketemu lagi (dengan asumsi, bapak punya friendster dan punya link ke friendster sy)doakan semoga sy bisa menebus ketidakberesan saya,
semoga Allah membalas kebaikan bapak!Dimudahkan rezeki bapak!amin!

6 responses so far