Archive for December, 2008

Dec 26 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

tentang hujan…

Filed under Uncategorized

Adalah langit yang memiliki kekayaan berupa butiran-butiran air, yang dengan itu ada hujan, yang dengan itu cahaya surya dibiaskan membentuk bianglala yang kokoh membusur dalam pigura alam, tangan Tuhan sengaja menata tiap incinya, mengatur sudut-sudut cahaya dibelokkan, menjadikan warna-warnanya tergradasi dengan sempurna. Indah, tak terperi. Membuat satu ujungnya berhulu di rasa ingin tahu dan ujungnya yang lain bermuara pada rasa takjub.

Mungkin tak seagung aurora, yang membuat ionosfer di langit utara dan selatan bumi megah dengan tarian sejuta warna, membuat iri khatulistiwa. Ia digelar Tuhan di dinding-dinding langit, dan dengan bangga, anggun membentang seolah sadar kalau ia cantik. Membuat hati anak-anak suku Inuit di belahan utara bumi dipenuhi takjub tak terlukiskan. Lalu terjun membilang-bilang warna, saat orangtua mereka mungkin tenggelam dalam mitologi menyesatkan tentang aurora. Menyenangkan pasti, tak ubahnya seperti menghitung bintang.

Tapi sekarang kita bicara tentang butiran-butiran air di langit sana, butiran-butiran air yang akan jatuh ke bumi sebagai hujan,

“… Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis tumbuhan” (thaahaa 20:53)

“… lalu dengan (air hujan itu) dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering);…”(Al-Jaatsiyah 45 :5)

“… dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu”(Al-Anfaal 8:11)

Subhanallah…

Maha benar Rabb-ku, Rabb yang menjadikan hujan..

yang dengannya Ia menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

Aku senang menanti saat-saat angin mengarak awan, menunggu awan memuntahkan apa yang dikandungnya. Dan ketika jutaan kubik air dari langit itu turun, ketika itulah resahku,keluhku, dukaku seperti terbasuh,tak langsung hilang memang,namun paling tidak untuk saat itu hujan menggantinya dengan selangsa bahagia entah bagaimana..

Jika berjalan di bawah hujan, aku akan terbuai dalam euphoria masa kanak-kanakku. Teringat ketika bersama teman-teman sebaya, aku berlarian dibawah hujan, tak tahu mengejar apa. Tersenyum tak henti-henti. Tertawa selantang mungkin mengalahkan suara hujan, tak tahu menertawakan apa. Berkicau-kicau samar dengan suara teredam karena gelombang suara kami dikalahkan mentah-mentah oleh aubade air yang gagah membahana. Melonjak-lonjak girang melawan air yang menukik seperti anak-anak panah menyerang kami. Tak peduli kami akan sakit, kami jatuh, kami kotor, apapun, termasuk kami akan diomeli orang tua kami. menyenangkan. Dan kesimpulannya: aku seperti kodok.

Jika berjalan di bawah hujan, aku merasakan pengawasan lebih, merasakan perlindungan lebih dari biasanya dan entah kenapa aku merasa lebih muda beberapa tahun.Merasa segalanya jadi lebih indah, lebih ringan..Merasa segala sesuatu disekelilingku bergerak dalam format slow motion yang meluluhkan. Merasa bahwa hujan kali itu sengaja turun untukku, merasa bahwa orang-orang lain yang lalu lalang hanyalah figuran-figuran tak penting dalam potongan scene2 hidupku. Merasakan bahwa tiap tetes hujan berusaha mengatur ritmenya untuk menyamai ritmeku, membuatku merasa berarti, bahwa irama hujan terpusat pada satu hal: hatiku. Dramatis luar biasa.

Aku menyukai hujan, menyukai caranya membuatku kuyup, menyukai caranya menampar-nampar wajahku, menyukai entah bagaimana ia membuatku bahagia, menyukai bau tanah basah yang ia timbulkan, menyukai suasana dramatis yang ia ciptakan, menyukai setiap kali ia membuat kepalaku sakit, menyukai apapun..

Aku menyukai hujan, karena dengannya Tuhan menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS Ar-Rum [30]: 48)

Karena hujan itu indah…

Karena sejalan derasnya hujan, akan ada doa-doa yang dikabulkan..

“Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka,mereka benar-benar telah berputus asa” (Ar-Ruum 30:49)

7 responses so far

Dec 06 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

6 Des, dini hari…

Filed under Uncategorized

Ada sebuah pesan yang masuk ke inbox handphone ku. Tentang kebimbangan. Sebuah pesan yang membuatku berpikir lama dengan kata-kata apa harus kubalas.Pesan itu kubaca berulang-ulang.

Tak ada ide.

Kuputuskan untuk keluar kamar; mengintip bintang

Hmm,, terkadang aku jadi begitu melankolis,,

Biasanya kalau sudah begini pikiranku jadi kemana-mana, memikirkan banyak hal..

Pelesiran 21 lantai 4, dari sini aku biasa memandang langit, menikmati cahaya anggun bintang-bintang, menyaksikan sekali-kali petir kecil seakan mencoba membuat retak kaki langit, menatap kilat yang membuat langit lebih terang beberapa detik, mengamati lalu lintas di flyover, lampu-lampu jalan, rumah-rumah penduduk dengan pola yang tak beraturan dengan gang-gang kecil yang meliuk-liuk dan kubah-kubah mesjid yang lebih tinggi dari bangunan disekelilingnya.

Aku berdiri, menghirup udara dingin yang penuh embun.Sayang sekali, tak ada bintang. Awan Desember yang membawa hujan menggantung menutupi langit sejak siang. Biasanya aku sudah tenggelam menikmati konstelasi, membayangkan secerah apa Eta Carina atau Peony Nebula, menerka yang mana Alpha Centauri, dan biasanya berujung dengan memandangi venus cukup lama. Tapi venus bukanlah bintang.

Hmmm… bintang, dengan cahayanya ia selalu berhasil menggodaku. Dan kerdipannya akibat turbulensi di atmosfer bumi semakin menggodaku, mencari tahu banyak hal tentangnya. Dan itu semua membuatku menarik kesimpulan, betapa Agungnya pencipta jagad..

Tapi sayang, bintang yang bisa kulihat dari Bandung tak sebanyak bintang yang bisa kulihat di kotaku sana. Berbagai polutant sudah menumpuk mencemari atmosfer Bandung, membuat langitnya tak lagi jernih hingga meredam cahaya bintangyang sampai ke bumi.

Walau tak ada bintang, ada keindahan lain yang bisa kucermati. Jutaan Lampu2 kota yang tetap terjaga. Menghabiskan beratus- ratus ribu watt. Maha Gagah Rabb yang menghujamkan intuisi ke otak cemerlang Edison, melenyapkan lelah dari tiap-tiap sendi raganya, menghapus kata menyerah dalam katalog lobus temporal cerebrumnya, dan itu yang membuatnya tak putus asa mengulang percobaan demi percobaan hingga akhirnya ia memberi sinar untuk peradaban, menerangi segenap pelosok dunia dengan filamen-filamen yang berpijar, menjadikan malam-malam hidup. Itu pula yang menjadi inisiasi untuk penemuan-penemuan lampu berikutnya, membuat malam di bumi megah menyala dengan jutaan cahaya. Tak heran jika sejarah mengabadikan namanya dengan tinta emas sebagai orang yang sangat berjasa. Ada milyaran manusia dari akhir abad ke-19 hingga sekarang yang merasakan manfaat penemuannya. Subhanallah, sungguh mulia. Tapi miris ketika ingat itu semua tak ada artinya tanpa syahadat. Alhamdulillah,, terimakasih Rabb, karena kau lahirkan aku ke dunia dalam agama fitrah…

Aku kembali teringat pesan yang masuk beberapa menit lalu. aku menyukai pesan itu, sangat jujur, sangat terbuka, walaupun itu tentang kebimbangan, tapi sama sekali tak mengisyaratkan kelemahan. Yap, tentu saja. Itu bukan lemah. karena bagiku titik lemah dan tanda kelemahan adalah ketika kita menilai orang lain lemah. Justru kekuatan kita adalah saat kita bisa menangkap nilai-nilai positif dari orang lain.

Aku sangat senang jika ada yang mau menceritakan masalahnya atau apapun yang dia alami padaku. Ada gelitikan tersendiri saat menerka apa yang orang lain sedang rasakan, menyelam ke dalam lubuk pikiran orang-orang, menilai cara mereka berpikir, mengetahui bahwa tiap orang punya cara pandang yang berbeda tentang apapun,hingga kemudian aku tenggelam dalam labirin penafsiran. Dari sana, dari masalah-masalah itu,dari pengalaman-pengalaman mereka, aku tau betapa Rabb Pengatur Alur benar-benar punya cara yang berbeda-beda dalam mentarbiyahi anak cucu Adam. Dan semuanya indah. Aku jadi ingat kata-kata dosen material teknikku, bahwa“kekuatan material tidak hanya dipengaruhi oleh struktur dan komposisinya namun juga oleh proses yang pernah dilaluinya”.Kata-kata yang menyentakkanku, menyinggung nuraniku. Subhanallah,, Tuhan benar-benar menggariskan segalanya dengan menakjubkan, tanpa cela. Dan sungguh ujian-ujian itu adalah proses untuk membuat orang-orang bertambah kuat..

Hmph,, pikiranku melompat-lompat tanpa bisa kukendalikan. Sunyinya malam membuatku merasa harus memikirkan apakah selainku ada orang-orang yang sudah terjaga dan menatap lampu-lampu kota seperti yang kulakukan. Yang sedang tidur, apakah mereka nyenyak? Bermimpikah mereka?Ribuan kilometer dari tempatku berdiri, orangtuaku apa kabar? Bahagiakah mereka hari ini? Saudara-saudaraku? Teman-temanku?Bagaimana dengan anak-anak jalanan??apakah mereka nyenyak? Dini ini sangat dingin, udara Bandung penuh embun, apa mereka punya selimut untuk memerangkap sedikit kalor dari tubuh mereka ?Kasian,, tapi bukankah mereka begitu kaya? Mereka punya tiap jengkal bumi Allah, mereka punya langit Allah, mereka punya embun, mereka berhak atas setiap tetes hujan, mereka puas merasakan terik.Ah, mereka begitu kaya. Jauh lebih kaya ketimbang orang-orang yang mengutuki mereka sebagai residu-residu peradaban. Mereka begitu kaya akan rasa, kaya akan pengalaman-pengalaman hidup, kaya akan proses-proses yang menempa mereka untuk jadi kuat, mereka begitu kaya. Sungguh…

aku jadi memikirkan banyak hal. Sudahlah…

Kumulai mengambil wudhu,kembali ke kamar, dan kusimpan pikiranku dalam-dalam, tak rela ia tenggelam ditelan malam,,

Dan dalam diam, aku berharap tidak menjadi pecundang yang sembunyi di balik keapatisanku..

9 responses so far

Dec 03 2008

Profile Image of celahlangit
celahlangit

Celah Langit

Filed under Uncategorized

Bismillah…

kumulai dengan nama Rabb-ku yang kasih sayang-Nya membumbung tinggi tak terperi…

Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang berawal dari-Nya semua nikmat dan bermuara pada-Nya keluh, syukur, dan doa.

tentang harapan…

InsyaAllah…

tak kubiarkan harapanku menggantung

melayang-layang di sela mega

tapi kubuat ia melesat jauh,menembus langit

mengetuk pintu-pintu kemurahan Sang Maha Pemurah

kubuat malaikat ikut menguntai doa untukku,

mengguncang Arasy-Nya,,

lalu aku..

ku tau selalu ada semburat cahaya dari celah langit.

selalu ada celah…

dan akan kutunggu Rabb-ku dengan keindahan iradah-Nya..

One response so far