Archive for January, 2009

Jan 07 2009

Profile Image of celahlangit
celahlangit

Untuk Adikku…

Filed under Uncategorized

Tadi siang aku di sms papaku, beliau mengingatkanku kalau hari ini adikku ulang tahun. Yayaya, mungkin papa sudah berfirasat buruk kalau-kalau aku lupa. Dan aku memang begitu mudah lupa hal-hal seperti itu. hehe. Akhirnya, baru beberapa menit yang lalu aku mengucapkan selamat untuk adikku, hanya 2 kata, tak lebih tak kurang, “happy birthday”. Mungkin adikku punya ekspektasi lebih, secara waktu aku ulang tahun, dia mengirimkan ucapan yang lumayan menyentuh. wkwkwk. Aku heran ia dapat kata-kata darimana atau entah mengutip dari majalah apa.

Well, Yasina..

Aku tahu kau sering frustasi menghadapi keisengan kkmu, tidak mudah punya kk yang hobinya menjahilimu, mengganggumu kapanpun dimanapun, kau belajar, kau tidur, kau makan, kau bengong, dan tak akan puas sebelum kau menangis. Hingga waktu itu kau pernah bilang “sana pulang ke rumah kk di Bandung!! Jangan balik2 lagi!”. (Hahah.kau kira semudah itu mengusirku?hah?hah?)

Aku tahu tidak mudah untuk bersabar punya kk yang tak pernah sabar mengajarimu matematika dan selalu bosan membantumu mengerjakan peer (berapa jeruk-berapa apel-berapa ekor ayam-berapa bebek%454$#$@#)*&>?+aaaaarghhh.aku.muak)

Adikku, jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka membelikannya es krim agar tak menangis, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu justru akan tertawa puas jika ia berhasil membuatmu menangis.

Jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka mengajarinya menulis dan membaca, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu pernah mencuri baca catatan harianmu dan meledekmu berhari-hari karena isinya -yg didominasi kalimat2 yang tak mengindahkan EYD-(dan sumpah,itu menggelikan,dasar korban sinetron norak)

Jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka sering menceritakan apapun untuknya, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu sering ngomel-ngomel kalau kau terlalu banyak bertanya tentang apa yang siapapun lakukan. tapi ketahuilah, itu demi kebaikanmu, tidak baik banyak tahu urusan orang.

Jika suatu saat teman-temanmu bercerita bahwa kk mereka mengagumkan, kk mereka sangat dewasa, kk mereka bijaksana, ramah, tidak sombong, blablablablubblubblublu. Kau bisa bilang bahwa bahkan menurutmu kau lebih dewasa ketimbang kk mu, atau tentang entah kenapa kk mu bisa menjengkelkan sepanjang waktu. Yayaya,, mungkin aku tidak dewasa, tidak bijaksana,menyebalkan, tidak ramah, tidak rajin menabung, nguingnguingnguingggg. Namun yakinlah adikku sayang, aku tak pernah butuh kau kagumi,,

Aku menyayangimu, bagaimanapun aku di matamu. Akupun sedih jika masalahmu membuatmu menangis. Aku sedih jika tahu kau jatuh. Aku khawatir jika tahu kau belum makan, khawatir jika kau terlambat pulang ke rumah,,Aku gundah jika kau sakit. Aku juga ikut marah saat kau menceritakan temanmu menjahilimu.

Aku bangga saat kau bisa melakukan sesuatu. Yakinlah, dalam diamku, aku bangga saat kau menelponku dan bilang kau juara, saat kau bacakan semua isi rapormu, aku bangga karena kau anak baik, lebih dari itu,aku bangga karena kau adalah adikku…

Di tahun ke-12 menjadi adikku,

Selamat hari lahir, Yasina Ayu…

Hanya doa yang bisa kk-mu berikan…

Dan disaat seperti ini, ingin sekali rasanya bisa…

Menganiayamu

sampai kau menangis

sampai mama ngomel-ngomel. .

6 responses so far

Jan 06 2009

Profile Image of celahlangit
celahlangit

“Palestina”__tidakkah kita peduli???

Filed under Uncategorized

Puji syukur ke hadirat Rabb semesta alam, Rabb Ibrahim, Rabb Muhammad, Rabb syuhada, Rabb para mujahid yang sampai detik ini masih mencurahkan nikmat yang berlimpah pada kita.

Kita masih bisa hidup tenang, tanpa ancaman bom, tanpa ancaman senjata, tanpa ancaman segala bentuk penindasan, tanpa ancaman bejatnya genosida, tanpa dihantui rasa kehilangan, tanpa rasa cemas ditinggal orang-orang tercinta, tidak untuk sejenak. Tidak.tapi selamanya. Dan mungkin tidak hanya ditinggal satu orang. Tidak. Tapi banyak. Dua, tiga, empat..

Tidakkah kita peduli?Ataukah kita sembunyi di balik kejahilan kita, di balik keengganan kita untuk mengintip ke balik tabir realita, bahwa sesungguhnya ini adalah masalah kita juga. Masalah kemanusiaan. Bukan masalah palestina saja. Bukan masalah bangsa Arab saja.sekali lagi bukan. Atau sepicik itukah kita sampai tega berkata “urusan negara ini saja belum beres, buat apa mengurusi negara orang?”. Sedemikian parahkah “peradaban” mencuci otak-otak kita? sebegitu dalamkah belati apatis menoreh hati-hati kita, menggerus nilai-nilai kemanusiaan kita?Alasan seperti apa itu? Lantas jika negara ini belum beres, apakah “peduli” itu menjadi haram? Apakah ajaran yang dibawa Muhammad sedikit pun tidak membekas di hati-hati kita? Tapi ya sudahlah, siapa tau alasan itu bisa membuat siapapun yang memberi alasan suatu saat bisa memberikan kontribusinya untuk “membereskan” negara ini.

Tapi setidak peduli itukah kita?Padahal kita tahu bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara, bahwa muslim itu layaknya satu tubuh. Mereka adalah kita. Mereka saudara kita. Dan ini bukan masalah Negara. Bukan masalah territorial. Bukankah kita tahu bahwa dimanapun selama adzan masih terdengar berkumandang itu adalah tanah air kita? Bukankah setiap jengkal bumi Allah adalah tanah air orang-orang muslim?

Sekarang tanah air kita terjajah, saudara-saudara kita terzhalimi, darah-darah syuhada membanjir menyuburkan tanah palestina. masih nyamankah kita meniup terompet tahun baru sementara saudara-saudara kita menghembuskan nafas terakhirnya? Masih nyamankah kita menyaksikan pesta kembang api sementara langit palestina dihiasi jelaga-jelaga akibat ledakan misil? Tak tahukah kita di sana mereka sudah tak punya apa-apa kecuali harapan? tak tahukah kita sudah berapa orang yang meregang nyawa? Tak tahukah kita bahwa bayi-bayi palestina terancam mati kedinginan? Tak tahukah kita, Saat adik2 kita malas-malasan disuruh menghitung sekian apel ditambah sekian apel di bangku sekolahnya, anak-anak palestina dengan semangat membara mengumpulkan batu-batu untuk melempar musuh Allah, menghitung berapa kali ledakan yang mereka dengar, menghitung berapa nyawa yang harus mereka ikhlaskan.. Mereka masih anak-anak, mereka masih rapuh, tapi lihat sendiri kan, jiwa mereka adalah intan, kuat, indah memantulkan cahaya keberanian. Mereka adalah ksatria-ksatria yang dilatih langsung oleh alam, ditempa langsung oleh keadaan, diasah oleh sabar dan syukur, dan dalam pembuluh-pembuluh mereka mengalir darah-darah syuhada. Tidakkah kita tergetar? Tidakkah kita iri? Tidakkah kita ingin ikut bersama mereka melemparkan batu-batu ? Mungkin tidak, Karena hati kita sudah keras seperti batu..

Tidakkah pernah terpikir, bahwa sesungguhnya mereka sangat lelah, lelah dengan keterjajahan, jenuh dengan air mata yang terus-terusan mengalir, sudah terlalu bosan merasakan kehilangan, mungkin mereka sudah sangat muak. Bertahun-tahun tidak satupun berita gembira yang mereka dengar selain keyakinan mereka bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Lalu Israel, mungkin mereka bisa membungkam mulut dunia,menjadi yang paling berpengaruh di semua lini,mungkin mereka terlihat begitu tangguh, terlihat begitu cerdik tapi sesungguhnya mereka tak lebih dari idiot-idiot yang berjalan di muka bumi dengan jiwa-jiwa mereka yang cacat. Tak lebih. Mereka tak lebih dari benalu yang menggerogoti nilai-nilai kemanusiaan.Tak lebih.Dan apalagi yang lebih menghinakan dari pada dimurkai Allah dan Rasul-Nya?

Dan kita, tidakkah kita marah saat Israel terkutuk berpesta untuk setiap nyawa saudara-saudara kita, untuk orangtua-orangtua kita disana, untuk adik-adik kita di sana? Tidakkah darah ini mendidih saat kaki-kaki kotor mereka menginjak-injak Al-aqsha yang mulia? Mungkin tidak, karena hati ini sudah tidak peka…

Setidak peduli itukah kita, hingga bahkan untuk mendoakan mereka pun kita lupa? Hanya untuk berdoa agar peluru-peluru Israel laknat itu meleset, hanya untuk berdoa agar batu-batu menghantam mereka dengan kuatnya, hanya untuk berdoa agar ksatria-ksatria palestina diberi kekuatan, agar kemenangan itu datang?Setidak peduli itukah kita? Semoga kita punya argumen atas ketidakpedulian kita nanti di pengadilan Allah..

Ya Allah,,

Allahumma ya munzilal kitab,
Ya mujriassahaab,
Ya hazimal Ahzab,
ihzimhum!

Ihzimhum!

ihzimhum!

Ya Rabb yang Gagah Perkasa,goncangkan mereka ,pecahbelahkan mereka,kalahkan mereka, dan menangkan kami atas mereka.

Allahummah zimuhum wa zalzilhum…

wansurna ‘alaihim..

Allahumma Amin…

—-Khaibar khaibar ya Yahud!!! jaisyu Muhammad saufa ya’ud!

Lihat, tentara-tentara Muhammad tak pernah hilang diluput zaman,

Dan tunggulah, tentara-tentara Muhammad akan datang…

3 responses so far