Apr 18 2009
puisikah ini?
Bukankah,
di tiap-tiap memeta langkah
dalam cinta, Tuhan berbahasa?
Pagi, siang, petang, malam
tak pernah bergulir masa
Kecuali nikmat melimpah-limpah dari langit
Alam masih membalas senyum,
walaupun malu-malu
dan tangan-tangan malaikat masih sudi menyelipkan rizki
apalah arti pekat jelaga petang ini
Jika masih ada hujan esok pagiā¦
Maka aku..
Masih pantaskah lancang mendikte Tuhan?
Bukankah,
Di tiap-tiap memeta langkah
Dalam cinta, Tuhan berbahasa?
Lalu di pinggir waktu
Hingga temaram senja sengit
Antar mata dewa ke kaki langit
Saat itu aku
Ingin sekali keluh jenuhku
Kutinggalkan
Di sela ranting-ranting mawar yang perlahan layu..
One response so far
tak ada salah dalam kata..
ak ada salah dalam amal..
Karena sesungguhnya umur manusia adalah amal dan kata..
Menjawab pertanyaan ini :
Aku pikir ini adalah puisi kok
Salam Pedjoeang..