May 01 2009
Sejak aku mencium tanganmu mohon pamit untuk kembali mengejar cita itu
kakak bilang diam-diam air mata ayah menetes lagi melepasku pergi,
Maaf ayah, waktu itu aku malah tertawa geli bersama kakak. Bukan maksudku. Bukan.
Andai ayah tau betapa aku sedih mendengarnya, betapa aku ingin ayah tau aku tak pernah ingin pergi dari ayah
Jika dewasa justru membuatku jauh dari ayah,
sekarang dengarlah, aku tak ingin dewasa
Biar saja aku tetap jadi gadis kecil ayah
Tapi percayalah ayah, dewasa tak akan membuatku jauh dari ayah…
Ayah ingat tidak,
Dulu, waktu aku kecil, ketika aku tertidur di sofa, siapa yang menggendongku, memindahkanku ke tempat tidur?itu ayah. Aku tau ayah sangat berhati-hati, takut membuatku terbangun. Sekarang aku beritahu, aku tetap terbangun.. tapi agar ayah tak kecewa, aku pura-pura masih tidur..
Dulu, aku juga sering lupa membawa buku -bahkan kartu ujian- yang harusnya aku bawa ke sekolah, dan siapa yang mengantarnya ke sekolah untukku? Itu ayah,, maaf ayah, bu guru pasti banyak bertanya kenapa bukuku sering ketinggalan..
Dulu, aku seriiiing sekali berdebat dengan ayah,, tentang apapun, aku tau kalau mendengar bantahanku adalah hobi ayah,, ayah sepertinya puas sekali jika berhasil membuatku geram, kemudian bersama ibu menertawakanku sambil bilang “yee yang kalah ga boleh marah”. Oh plis ayah, aku yang menang.
Ayah ingat tidak, ketika ayah bilang ayah ingin aku jadi dokter, aku malah bilang ingin jadi astronot,, maaf ayah..
Hmm..
aku tidak pernah tau bagaimana perasaan ayah ketika melihatku lahir ke dunia, bagaimana perasaan ayah mendengar tangisanku, pertama kali menggendongku,lalu waktu terasa cepat berlalu, dan aku mulai bersekolah, bermain dengan teman-temanku hingga kemudian aku sudah mulai bisa membantah ayah dan perlahan hanya sedikit waktuku untuk ayah..
tapi aku tau,dulu, sekarang dan sampai kapanpun, selalu ada doa ayah untukku,
terimakasih ayah..
Maaf,, aku sering membuat ayah kecewa..
Aku sayang ayah. Sangat.
Satu lagi, aku ingat, sejak aku kecil, di setiap ulang tahunku, aku tau ayah selalu berusaha menjadikan hari itu menyenangkan untukku…
Dan sekarang, selamat hari lahir ayah…maaf telat sehari… (anak macam apa kamu???)
Doakan aku bisa menghadiahkan jannah untuk ayah ya…
~dari seorang anak sotoy, untuk ayahnya…
9 responses so far
Assalamu’alaikum wr.wb,, g sengaja nemu tulisan2 d blog ini, bgs,, ngingetin jg kl btapa mudah nglupain jasa2 orang tua yg bisa jd setiap dtk pikiran n hati mereka memikirkan qt,, keep posting,, oh ya, salam kenal aj, met milad bwt ayahnya
akhirnya lengkap sudah..
tentang ayah dan tentang ibu..
yang ini lebih membuatku tergetar..
setelah sekian lama aku hanya tinggal bersama seorang ayah..
love the post
bisa membuat saya berkaca2 itu hebat banget
salam kenal yaa
subhanallah.. tulisan kamu kok bs bagus sih..
sering2 diupdate ya blognyaaa..^^
smg qt bs jadi anak yg brbakti dan bs mmbahagiakan org tua..amin,,
asslmkm..salam kenal y..ga sengaja mampir ke blog ini,dr jalan2 di blog yusuf,gamais dan km itbnya…Post nya tentang ayah (dan setelah ditelusuri ada tentang ibu juga),dua duanya bagus..izin copy ya,buat bahan tulisan untuk bapak dan ibu saya..terimakasih..
oya,semoga dyf menjadi anak yang sholihah sehingga bisa menghadiahkan surga untuk ayah dan ibunya..amien
wwoow…
asli 2 jempol cha,lbih malahan…
houmm,,
cha…..
makasi tas inspirasi dr tulisan cha ko..
ko tulisan krya anak shalihah yg plg indah yg prnh io baco..
houm..
ttp smgd cha..
Assalammu’alaikum wr.wb
cha, aku nangis.. inget bapak..
Alhamdulillah, akhirnya bisa buka blog ocha juga.
Habis baca ini, jadi tambah pengen pulang (tapi ga bisa T.T)
Tapi , ayah ku sudah pergi , selama-lama nya .. !