Jun 22 2009
quintuplet
Maka biarkanlah, sekali ini saja
Semuanya kusebut cinta
Untuk hujan yang membasuh penat,
yang membias pelangi hari itu
Untuk setangkai krisan yang dikeringkan waktu
Untuk embun subuh yang mengendus jengkal-jengkal tanah lalu merayu tulang-tulang dalam dingin
Untuk fajar yang merupa dalam warna-warna langit muda
Untuk matahari waktu dhuha yang menusuk dalam terik lemah, yang sinarnya menelisik ke balik pucuk-pucuk baru
Untuk siang yang bising
Untuk daun-daun kering yang gugur melatar sore, yang perlahan berderai juga dalam anggun
Untuk senja, dan aku lebur dalam rima-rima yang menyenandungkan baitnya dengan sengaja
Untuk bintang terang yang setia dalam jarak milyar tahun cahaya, menunggu tasbih teratur lirih memuja yang dipuja
Untuk celah langit yang melewatkan doa-doa,kemudian subuh berganti subuh.
Untuk setiap waktu yang kita habiskan, dalam cerita yang kukisahkan padamu
Kudapatkan kembali cerita yang terbingkai-bingkai dari mereka,,
Dari awan yang mendongeng lara dalam hujan, dari anak-anak itu, dari ibu mereka,
dari kau siapapun kau
Lihatlah, ada riak-riak halus pada air mukanya, air mukamu juga.
Biarkanlah, sekali ini saja, aku menyebutnya begitu
Jika bukan karenanya,
Maka tak akan sempat kubalas senyum-senyum itu.
