Oct 06 2009

celahlangit

cumulus humilis

Posted at 11:00 am under Uncategorized

Terselip rinduku di celah puing- puing itu

Diantara tanah retak yang kau injak-injak

Di antara udara gersang kota itu,yang kau rasakan cuacanya,kau puji langitnya, awannya, bintangnya

Terselip rinduku di sana..

Di antara dinding-dinding rumahmu, yang ia rekam ceritamu, ia rekam doa-doamu, ia rekam tawamu waktu itu…

Terselip rinduku di sana, di satu bagian hatimu,

Di wajahmu, di keningmu, di pundakmu, di lenganmu, di telingamu,

ingin kubisikkan lekat-lekat disana bahwa akan ada hari baru..

tak peduli kau sudah tak lagi bisa mendengar kalimatku..

hanya sekedar menyeka duka dari petaka

melepuh lelah

hingga senyummu kembali merekah indah..

hanya untuk itu,,

Makanya ia menyelip lekat disitu…

*Untuk tanah kelahiranku, untuk kota kecilku, untuk saudara-saudaraku, untuk senyum mereka, untuk apa saja yang Kau ambil dariku, aku percaya ada ganti yang lebih baik…huff…amin.

6 responses so far




6 Responses to “cumulus humilis”

  1.   Iceon 06 Oct 2009 at 7:20 pm 1

    Amin..
    Smg duka ni cpt brlalu

    Bkunjung k blog c jg y k..

  2.   icinon 06 Oct 2009 at 8:30 pm 2

    yah…mari kita sama2 berdoa semoga tidak ada lg bencana di negeri ini.

    bia cin sampaian rindu ocha ka piaman tu..
    oh, yo masuakan lah blog cin ko ka blogroll ca yo

  3.   ryanon 06 Oct 2009 at 8:36 pm 3

    Ini bukanlah kisah Epilog..
    Tapi ini adalah kisah Prolog..

    Kini bukalah lembaran baru..
    Disana ..
    masih tercatat potongan mimpi-mimpi besar yang belum selesai..
    masih tersimpan cerita luar biasa yang belum tertulis..
    masih tertancap hikmah ranum yang belum terpetik..

    Aku masih bisa merasakan..
    kerinduan sebuah pena peradaban..
    Pena yang rindu menari..
    Untuk menggoreskan hal besar pada lembaran itu..

    Maka selesaikan, tulis, dan petiklah..
    Karena langit, awan, dan bintang yang kau puja..
    Menunggu goresan penamu disana..

    ***
    cha, yang sabar ya..
    Pasti ada hikmah dibalik ini semua..

  4.   inisayaon 10 Oct 2009 at 3:19 pm 4

    saat ini,
    riak-riak hujan menjelma bait
    di separuh malam ku kini
    mengintip celah langit
    menguntai kata,mengikat puisi
    demi satu harap,semoga..
    tulisan ini mengindahkan harimu,
    menghias akhir malammu,
    dan melapangkan lagi ruang hatimu.
    karena ku ingin..
    kujalani esok hari
    bersama senyumanmu..

    amiinn.. semangat yo cha..^^

  5.   imelon 18 Nov 2009 at 7:27 am 5

    oca…
    denyut nadi sangt cepat wkt itu..
    imel kira pariaman akan hilang dari peta..
    ternyata Allah masih sayang.. masih mmberi ksemptan

  6.   icemon 10 Dec 2009 at 7:54 pm 6

    there’s award 4u, here http://checool.blogspot.com/2009/12/award-lagi.html

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply