Feb 05 2009

celahlangit

tentang ikhlas… (1)

Filed under Uncategorized

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”(Q.S An Nahl:66)

subhanallah..

hati yang ikhlas itu…

murni. bersih tanpa polutan duniawi.

seperti susu bersih dari binatang ternak. ada antara tahi dan darah,

tapi sedikitpun ia tak tercemar,

sedikitpun tidak…

Ikhlas itu keistiqomahan

untuk selalu memberikan yang terbaik,

tak berubah karena pujian, tak mempan oleh cercaan

selalu memberikan yang terbaik untuk-Nya,

demi ridho-Nya bukan ridho makhluk, bukan ridho manusia…

Ya Allah, betapa inginnya kami, agar hati ini dihiasi ikhlas..

betapa inginnya kami,

agar hati ini menjadi tempat Kau menitipkan “rahasia”Mu,

menitipkan ikhlas, yang sungguh hanya Engkau yang tahu,,

karena bahkan kami, tak punya kuasa atas hati kami…

maka ya Allah, ikhlaskanlah…

4 responses so far

Feb 05 2009

celahlangit

doraemon (???)

Filed under Uncategorized

aku ingin begini

aku ingin begitu

ingin ini ingin itu

banyak sekaaliiiii

semua semua semua

dapat dikabulkan

dapat dikabulkan dengan kantong aajaaaiiiiibbb…

aku ingin terbang bebas diii angkasaaaaa

hai baling-baling bambuuu

laa laa laa

aku sayang sekaliiiiiiiiiii

doraeeemoooooooooooooonnn…

>>>ada yang punya doraemon???

mau beli…

2 responses so far

Jan 07 2009

celahlangit

Untuk Adikku…

Filed under Uncategorized

Tadi siang aku di sms papaku, beliau mengingatkanku kalau hari ini adikku ulang tahun. Yayaya, mungkin papa sudah berfirasat buruk kalau-kalau aku lupa. Dan aku memang begitu mudah lupa hal-hal seperti itu. hehe. Akhirnya, baru beberapa menit yang lalu aku mengucapkan selamat untuk adikku, hanya 2 kata, tak lebih tak kurang, “happy birthday”. Mungkin adikku punya ekspektasi lebih, secara waktu aku ulang tahun, dia mengirimkan ucapan yang lumayan menyentuh. wkwkwk. Aku heran ia dapat kata-kata darimana atau entah mengutip dari majalah apa.

Well, Yasina..

Aku tahu kau sering frustasi menghadapi keisengan kkmu, tidak mudah punya kk yang hobinya menjahilimu, mengganggumu kapanpun dimanapun, kau belajar, kau tidur, kau makan, kau bengong, dan tak akan puas sebelum kau menangis. Hingga waktu itu kau pernah bilang “sana pulang ke rumah kk di Bandung!! Jangan balik2 lagi!”. (Hahah.kau kira semudah itu mengusirku?hah?hah?)

Aku tahu tidak mudah untuk bersabar punya kk yang tak pernah sabar mengajarimu matematika dan selalu bosan membantumu mengerjakan peer (berapa jeruk-berapa apel-berapa ekor ayam-berapa bebek%454$#$@#)*&>?+aaaaarghhh.aku.muak)

Adikku, jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka membelikannya es krim agar tak menangis, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu justru akan tertawa puas jika ia berhasil membuatmu menangis.

Jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka mengajarinya menulis dan membaca, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu pernah mencuri baca catatan harianmu dan meledekmu berhari-hari karena isinya -yg didominasi kalimat2 yang tak mengindahkan EYD-(dan sumpah,itu menggelikan,dasar korban sinetron norak)

Jika suatu saat teman2mu menceritakan bahwa kk mereka sering menceritakan apapun untuknya, kau bisa ceritakan bahwa kk-mu sering ngomel-ngomel kalau kau terlalu banyak bertanya tentang apa yang siapapun lakukan. tapi ketahuilah, itu demi kebaikanmu, tidak baik banyak tahu urusan orang.

Jika suatu saat teman-temanmu bercerita bahwa kk mereka mengagumkan, kk mereka sangat dewasa, kk mereka bijaksana, ramah, tidak sombong, blablablablubblubblublu. Kau bisa bilang bahwa bahkan menurutmu kau lebih dewasa ketimbang kk mu, atau tentang entah kenapa kk mu bisa menjengkelkan sepanjang waktu. Yayaya,, mungkin aku tidak dewasa, tidak bijaksana,menyebalkan, tidak ramah, tidak rajin menabung, nguingnguingnguingggg. Namun yakinlah adikku sayang, aku tak pernah butuh kau kagumi,,

Aku menyayangimu, bagaimanapun aku di matamu. Akupun sedih jika masalahmu membuatmu menangis. Aku sedih jika tahu kau jatuh. Aku khawatir jika tahu kau belum makan, khawatir jika kau terlambat pulang ke rumah,,Aku gundah jika kau sakit. Aku juga ikut marah saat kau menceritakan temanmu menjahilimu.

Aku bangga saat kau bisa melakukan sesuatu. Yakinlah, dalam diamku, aku bangga saat kau menelponku dan bilang kau juara, saat kau bacakan semua isi rapormu, aku bangga karena kau anak baik, lebih dari itu,aku bangga karena kau adalah adikku…

Di tahun ke-12 menjadi adikku,

Selamat hari lahir, Yasina Ayu…

Hanya doa yang bisa kk-mu berikan…

Dan disaat seperti ini, ingin sekali rasanya bisa…

Menganiayamu

sampai kau menangis

sampai mama ngomel-ngomel. .

6 responses so far

Jan 06 2009

celahlangit

“Palestina”__tidakkah kita peduli???

Filed under Uncategorized

Puji syukur ke hadirat Rabb semesta alam, Rabb Ibrahim, Rabb Muhammad, Rabb syuhada, Rabb para mujahid yang sampai detik ini masih mencurahkan nikmat yang berlimpah pada kita.

Kita masih bisa hidup tenang, tanpa ancaman bom, tanpa ancaman senjata, tanpa ancaman segala bentuk penindasan, tanpa ancaman bejatnya genosida, tanpa dihantui rasa kehilangan, tanpa rasa cemas ditinggal orang-orang tercinta, tidak untuk sejenak. Tidak.tapi selamanya. Dan mungkin tidak hanya ditinggal satu orang. Tidak. Tapi banyak. Dua, tiga, empat..

Tidakkah kita peduli?Ataukah kita sembunyi di balik kejahilan kita, di balik keengganan kita untuk mengintip ke balik tabir realita, bahwa sesungguhnya ini adalah masalah kita juga. Masalah kemanusiaan. Bukan masalah palestina saja. Bukan masalah bangsa Arab saja.sekali lagi bukan. Atau sepicik itukah kita sampai tega berkata “urusan negara ini saja belum beres, buat apa mengurusi negara orang?”. Sedemikian parahkah “peradaban” mencuci otak-otak kita? sebegitu dalamkah belati apatis menoreh hati-hati kita, menggerus nilai-nilai kemanusiaan kita?Alasan seperti apa itu? Lantas jika negara ini belum beres, apakah “peduli” itu menjadi haram? Apakah ajaran yang dibawa Muhammad sedikit pun tidak membekas di hati-hati kita? Tapi ya sudahlah, siapa tau alasan itu bisa membuat siapapun yang memberi alasan suatu saat bisa memberikan kontribusinya untuk “membereskan” negara ini.

Tapi setidak peduli itukah kita?Padahal kita tahu bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara, bahwa muslim itu layaknya satu tubuh. Mereka adalah kita. Mereka saudara kita. Dan ini bukan masalah Negara. Bukan masalah territorial. Bukankah kita tahu bahwa dimanapun selama adzan masih terdengar berkumandang itu adalah tanah air kita? Bukankah setiap jengkal bumi Allah adalah tanah air orang-orang muslim?

Sekarang tanah air kita terjajah, saudara-saudara kita terzhalimi, darah-darah syuhada membanjir menyuburkan tanah palestina. masih nyamankah kita meniup terompet tahun baru sementara saudara-saudara kita menghembuskan nafas terakhirnya? Masih nyamankah kita menyaksikan pesta kembang api sementara langit palestina dihiasi jelaga-jelaga akibat ledakan misil? Tak tahukah kita di sana mereka sudah tak punya apa-apa kecuali harapan? tak tahukah kita sudah berapa orang yang meregang nyawa? Tak tahukah kita bahwa bayi-bayi palestina terancam mati kedinginan? Tak tahukah kita, Saat adik2 kita malas-malasan disuruh menghitung sekian apel ditambah sekian apel di bangku sekolahnya, anak-anak palestina dengan semangat membara mengumpulkan batu-batu untuk melempar musuh Allah, menghitung berapa kali ledakan yang mereka dengar, menghitung berapa nyawa yang harus mereka ikhlaskan.. Mereka masih anak-anak, mereka masih rapuh, tapi lihat sendiri kan, jiwa mereka adalah intan, kuat, indah memantulkan cahaya keberanian. Mereka adalah ksatria-ksatria yang dilatih langsung oleh alam, ditempa langsung oleh keadaan, diasah oleh sabar dan syukur, dan dalam pembuluh-pembuluh mereka mengalir darah-darah syuhada. Tidakkah kita tergetar? Tidakkah kita iri? Tidakkah kita ingin ikut bersama mereka melemparkan batu-batu ? Mungkin tidak, Karena hati kita sudah keras seperti batu..

Tidakkah pernah terpikir, bahwa sesungguhnya mereka sangat lelah, lelah dengan keterjajahan, jenuh dengan air mata yang terus-terusan mengalir, sudah terlalu bosan merasakan kehilangan, mungkin mereka sudah sangat muak. Bertahun-tahun tidak satupun berita gembira yang mereka dengar selain keyakinan mereka bahwa pertolongan Allah itu dekat.

Lalu Israel, mungkin mereka bisa membungkam mulut dunia,menjadi yang paling berpengaruh di semua lini,mungkin mereka terlihat begitu tangguh, terlihat begitu cerdik tapi sesungguhnya mereka tak lebih dari idiot-idiot yang berjalan di muka bumi dengan jiwa-jiwa mereka yang cacat. Tak lebih. Mereka tak lebih dari benalu yang menggerogoti nilai-nilai kemanusiaan.Tak lebih.Dan apalagi yang lebih menghinakan dari pada dimurkai Allah dan Rasul-Nya?

Dan kita, tidakkah kita marah saat Israel terkutuk berpesta untuk setiap nyawa saudara-saudara kita, untuk orangtua-orangtua kita disana, untuk adik-adik kita di sana? Tidakkah darah ini mendidih saat kaki-kaki kotor mereka menginjak-injak Al-aqsha yang mulia? Mungkin tidak, karena hati ini sudah tidak peka…

Setidak peduli itukah kita, hingga bahkan untuk mendoakan mereka pun kita lupa? Hanya untuk berdoa agar peluru-peluru Israel laknat itu meleset, hanya untuk berdoa agar batu-batu menghantam mereka dengan kuatnya, hanya untuk berdoa agar ksatria-ksatria palestina diberi kekuatan, agar kemenangan itu datang?Setidak peduli itukah kita? Semoga kita punya argumen atas ketidakpedulian kita nanti di pengadilan Allah..

Ya Allah,,

Allahumma ya munzilal kitab,
Ya mujriassahaab,
Ya hazimal Ahzab,
ihzimhum!

Ihzimhum!

ihzimhum!

Ya Rabb yang Gagah Perkasa,goncangkan mereka ,pecahbelahkan mereka,kalahkan mereka, dan menangkan kami atas mereka.

Allahummah zimuhum wa zalzilhum…

wansurna ‘alaihim..

Allahumma Amin…

—-Khaibar khaibar ya Yahud!!! jaisyu Muhammad saufa ya’ud!

Lihat, tentara-tentara Muhammad tak pernah hilang diluput zaman,

Dan tunggulah, tentara-tentara Muhammad akan datang…

3 responses so far

Dec 26 2008

celahlangit

tentang hujan…

Filed under Uncategorized

Adalah langit yang memiliki kekayaan berupa butiran-butiran air, yang dengan itu ada hujan, yang dengan itu cahaya surya dibiaskan membentuk bianglala yang kokoh membusur dalam pigura alam, tangan Tuhan sengaja menata tiap incinya, mengatur sudut-sudut cahaya dibelokkan, menjadikan warna-warnanya tergradasi dengan sempurna. Indah, tak terperi. Membuat satu ujungnya berhulu di rasa ingin tahu dan ujungnya yang lain bermuara pada rasa takjub.

Mungkin tak seagung aurora, yang membuat ionosfer di langit utara dan selatan bumi megah dengan tarian sejuta warna, membuat iri khatulistiwa. Ia digelar Tuhan di dinding-dinding langit, dan dengan bangga, anggun membentang seolah sadar kalau ia cantik. Membuat hati anak-anak suku Inuit di belahan utara bumi dipenuhi takjub tak terlukiskan. Lalu terjun membilang-bilang warna, saat orangtua mereka mungkin tenggelam dalam mitologi menyesatkan tentang aurora. Menyenangkan pasti, tak ubahnya seperti menghitung bintang.

Tapi sekarang kita bicara tentang butiran-butiran air di langit sana, butiran-butiran air yang akan jatuh ke bumi sebagai hujan,

“… Kemudian Kami tumbuhkan dengannya (air hujan itu) berjenis-jenis tumbuhan” (thaahaa 20:53)

“… lalu dengan (air hujan itu) dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering);…”(Al-Jaatsiyah 45 :5)

“… dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu”(Al-Anfaal 8:11)

Subhanallah…

Maha benar Rabb-ku, Rabb yang menjadikan hujan..

yang dengannya Ia menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

Aku senang menanti saat-saat angin mengarak awan, menunggu awan memuntahkan apa yang dikandungnya. Dan ketika jutaan kubik air dari langit itu turun, ketika itulah resahku,keluhku, dukaku seperti terbasuh,tak langsung hilang memang,namun paling tidak untuk saat itu hujan menggantinya dengan selangsa bahagia entah bagaimana..

Jika berjalan di bawah hujan, aku akan terbuai dalam euphoria masa kanak-kanakku. Teringat ketika bersama teman-teman sebaya, aku berlarian dibawah hujan, tak tahu mengejar apa. Tersenyum tak henti-henti. Tertawa selantang mungkin mengalahkan suara hujan, tak tahu menertawakan apa. Berkicau-kicau samar dengan suara teredam karena gelombang suara kami dikalahkan mentah-mentah oleh aubade air yang gagah membahana. Melonjak-lonjak girang melawan air yang menukik seperti anak-anak panah menyerang kami. Tak peduli kami akan sakit, kami jatuh, kami kotor, apapun, termasuk kami akan diomeli orang tua kami. menyenangkan. Dan kesimpulannya: aku seperti kodok.

Jika berjalan di bawah hujan, aku merasakan pengawasan lebih, merasakan perlindungan lebih dari biasanya dan entah kenapa aku merasa lebih muda beberapa tahun.Merasa segalanya jadi lebih indah, lebih ringan..Merasa segala sesuatu disekelilingku bergerak dalam format slow motion yang meluluhkan. Merasa bahwa hujan kali itu sengaja turun untukku, merasa bahwa orang-orang lain yang lalu lalang hanyalah figuran-figuran tak penting dalam potongan scene2 hidupku. Merasakan bahwa tiap tetes hujan berusaha mengatur ritmenya untuk menyamai ritmeku, membuatku merasa berarti, bahwa irama hujan terpusat pada satu hal: hatiku. Dramatis luar biasa.

Aku menyukai hujan, menyukai caranya membuatku kuyup, menyukai caranya menampar-nampar wajahku, menyukai entah bagaimana ia membuatku bahagia, menyukai bau tanah basah yang ia timbulkan, menyukai suasana dramatis yang ia ciptakan, menyukai setiap kali ia membuat kepalaku sakit, menyukai apapun..

Aku menyukai hujan, karena dengannya Tuhan menumbuhkan, menghidupkan, menyucikan, melindungi, menguatkan, meneguhkan…

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS Ar-Rum [30]: 48)

Karena hujan itu indah…

Karena sejalan derasnya hujan, akan ada doa-doa yang dikabulkan..

“Padahal walaupun sebelum hujan diturunkan kepada mereka,mereka benar-benar telah berputus asa” (Ar-Ruum 30:49)

7 responses so far

Dec 06 2008

celahlangit

6 Des, dini hari…

Filed under Uncategorized

Ada sebuah pesan yang masuk ke inbox handphone ku. Tentang kebimbangan. Sebuah pesan yang membuatku berpikir lama dengan kata-kata apa harus kubalas.Pesan itu kubaca berulang-ulang.

Tak ada ide.

Kuputuskan untuk keluar kamar; mengintip bintang

Hmm,, terkadang aku jadi begitu melankolis,,

Biasanya kalau sudah begini pikiranku jadi kemana-mana, memikirkan banyak hal..

Pelesiran 21 lantai 4, dari sini aku biasa memandang langit, menikmati cahaya anggun bintang-bintang, menyaksikan sekali-kali petir kecil seakan mencoba membuat retak kaki langit, menatap kilat yang membuat langit lebih terang beberapa detik, mengamati lalu lintas di flyover, lampu-lampu jalan, rumah-rumah penduduk dengan pola yang tak beraturan dengan gang-gang kecil yang meliuk-liuk dan kubah-kubah mesjid yang lebih tinggi dari bangunan disekelilingnya.

Aku berdiri, menghirup udara dingin yang penuh embun.Sayang sekali, tak ada bintang. Awan Desember yang membawa hujan menggantung menutupi langit sejak siang. Biasanya aku sudah tenggelam menikmati konstelasi, membayangkan secerah apa Eta Carina atau Peony Nebula, menerka yang mana Alpha Centauri, dan biasanya berujung dengan memandangi venus cukup lama. Tapi venus bukanlah bintang.

Hmmm… bintang, dengan cahayanya ia selalu berhasil menggodaku. Dan kerdipannya akibat turbulensi di atmosfer bumi semakin menggodaku, mencari tahu banyak hal tentangnya. Dan itu semua membuatku menarik kesimpulan, betapa Agungnya pencipta jagad..

Tapi sayang, bintang yang bisa kulihat dari Bandung tak sebanyak bintang yang bisa kulihat di kotaku sana. Berbagai polutant sudah menumpuk mencemari atmosfer Bandung, membuat langitnya tak lagi jernih hingga meredam cahaya bintangyang sampai ke bumi.

Walau tak ada bintang, ada keindahan lain yang bisa kucermati. Jutaan Lampu2 kota yang tetap terjaga. Menghabiskan beratus- ratus ribu watt. Maha Gagah Rabb yang menghujamkan intuisi ke otak cemerlang Edison, melenyapkan lelah dari tiap-tiap sendi raganya, menghapus kata menyerah dalam katalog lobus temporal cerebrumnya, dan itu yang membuatnya tak putus asa mengulang percobaan demi percobaan hingga akhirnya ia memberi sinar untuk peradaban, menerangi segenap pelosok dunia dengan filamen-filamen yang berpijar, menjadikan malam-malam hidup. Itu pula yang menjadi inisiasi untuk penemuan-penemuan lampu berikutnya, membuat malam di bumi megah menyala dengan jutaan cahaya. Tak heran jika sejarah mengabadikan namanya dengan tinta emas sebagai orang yang sangat berjasa. Ada milyaran manusia dari akhir abad ke-19 hingga sekarang yang merasakan manfaat penemuannya. Subhanallah, sungguh mulia. Tapi miris ketika ingat itu semua tak ada artinya tanpa syahadat. Alhamdulillah,, terimakasih Rabb, karena kau lahirkan aku ke dunia dalam agama fitrah…

Aku kembali teringat pesan yang masuk beberapa menit lalu. aku menyukai pesan itu, sangat jujur, sangat terbuka, walaupun itu tentang kebimbangan, tapi sama sekali tak mengisyaratkan kelemahan. Yap, tentu saja. Itu bukan lemah. karena bagiku titik lemah dan tanda kelemahan adalah ketika kita menilai orang lain lemah. Justru kekuatan kita adalah saat kita bisa menangkap nilai-nilai positif dari orang lain.

Aku sangat senang jika ada yang mau menceritakan masalahnya atau apapun yang dia alami padaku. Ada gelitikan tersendiri saat menerka apa yang orang lain sedang rasakan, menyelam ke dalam lubuk pikiran orang-orang, menilai cara mereka berpikir, mengetahui bahwa tiap orang punya cara pandang yang berbeda tentang apapun,hingga kemudian aku tenggelam dalam labirin penafsiran. Dari sana, dari masalah-masalah itu,dari pengalaman-pengalaman mereka, aku tau betapa Rabb Pengatur Alur benar-benar punya cara yang berbeda-beda dalam mentarbiyahi anak cucu Adam. Dan semuanya indah. Aku jadi ingat kata-kata dosen material teknikku, bahwa“kekuatan material tidak hanya dipengaruhi oleh struktur dan komposisinya namun juga oleh proses yang pernah dilaluinya”.Kata-kata yang menyentakkanku, menyinggung nuraniku. Subhanallah,, Tuhan benar-benar menggariskan segalanya dengan menakjubkan, tanpa cela. Dan sungguh ujian-ujian itu adalah proses untuk membuat orang-orang bertambah kuat..

Hmph,, pikiranku melompat-lompat tanpa bisa kukendalikan. Sunyinya malam membuatku merasa harus memikirkan apakah selainku ada orang-orang yang sudah terjaga dan menatap lampu-lampu kota seperti yang kulakukan. Yang sedang tidur, apakah mereka nyenyak? Bermimpikah mereka?Ribuan kilometer dari tempatku berdiri, orangtuaku apa kabar? Bahagiakah mereka hari ini? Saudara-saudaraku? Teman-temanku?Bagaimana dengan anak-anak jalanan??apakah mereka nyenyak? Dini ini sangat dingin, udara Bandung penuh embun, apa mereka punya selimut untuk memerangkap sedikit kalor dari tubuh mereka ?Kasian,, tapi bukankah mereka begitu kaya? Mereka punya tiap jengkal bumi Allah, mereka punya langit Allah, mereka punya embun, mereka berhak atas setiap tetes hujan, mereka puas merasakan terik.Ah, mereka begitu kaya. Jauh lebih kaya ketimbang orang-orang yang mengutuki mereka sebagai residu-residu peradaban. Mereka begitu kaya akan rasa, kaya akan pengalaman-pengalaman hidup, kaya akan proses-proses yang menempa mereka untuk jadi kuat, mereka begitu kaya. Sungguh…

aku jadi memikirkan banyak hal. Sudahlah…

Kumulai mengambil wudhu,kembali ke kamar, dan kusimpan pikiranku dalam-dalam, tak rela ia tenggelam ditelan malam,,

Dan dalam diam, aku berharap tidak menjadi pecundang yang sembunyi di balik keapatisanku..

9 responses so far

Dec 03 2008

celahlangit

Celah Langit

Filed under Uncategorized

Bismillah…

kumulai dengan nama Rabb-ku yang kasih sayang-Nya membumbung tinggi tak terperi…

Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang berawal dari-Nya semua nikmat dan bermuara pada-Nya keluh, syukur, dan doa.

tentang harapan…

InsyaAllah…

tak kubiarkan harapanku menggantung

melayang-layang di sela mega

tapi kubuat ia melesat jauh,menembus langit

mengetuk pintu-pintu kemurahan Sang Maha Pemurah

kubuat malaikat ikut menguntai doa untukku,

mengguncang Arasy-Nya,,

lalu aku..

ku tau selalu ada semburat cahaya dari celah langit.

selalu ada celah…

dan akan kutunggu Rabb-ku dengan keindahan iradah-Nya..

One response so far

Oct 12 2008

celahlangit

hmph,,

Filed under Uncategorized

aku bingung

kenapa aku jadi suka mengeluh?

kenapa begini, kenapa begitu

mengeluhkan apapun, tentang apa saja

diriku, hidup, orang-orang, perubahan, keadaan, ketidakadilan, cuaca, tugas, deadline, lalulintas, sistem, pemerintah, presiden, hmph…

aneh..

kenapa mengeluh?

buang tenaga..

seharusnya bibir ini lebih banyak mengucap syukur..

buat apa mengeluhkan hidup?

toh, hidup hanya minta aku bergulir bersama waktu,

hidup hanya rentang aku lahir sampai aku mati. hanya itu kan?

yang jadi soal adalah tujuan hidup.itu pilihan.

mw punya tujuan atw tidak.

klo tidak, biarkan saja diri ini bergulir bersama waktu tidak jelas menuju apa, mengawang-awang

klo punya, tentukan sikap, raih yg ingin dituju. dengan apa? banyak.

warnai hidup dengan ikhtiar, gantungkan pelangi itu, tata gemintang dilangit-langitnya..

tapi ada juga yang bilang hidup itu yang pilihan..

mksudnya milih mw hidup atw ga???

gimana sih??

tambah bingung,,

ah,, siapa peduli..

aku tak harus meniru apa yg orang bilang,,

terus,,

buat apa mengeluh?

seharusnya bibir ini lebih banyak mengucap syukur

buat apa menyalahkan keadaan?

aku yang salah, kenapa begitu bodoh mw dipengaruhi keadaan,,

bukankah seharusnya aku yang merubah keadaan?

ini terbalik. yang mana subjek yang mana objek?

terus, kenapa aku harus mengeluhkan perubahan, mengeluhkan kelabilan?

kelabilan bukan kekurangan, tapi keniscayaan. mw ga mw semuanya juga berubah. perubahan adalah keniscayaan.perubahan akan menyisakan banyak sekali pelajaran.

lagian memangnya apa yang bisa diharapkan dari kemonotonan?

kenapa aku terlalu berpikir rumit bagaimana harusnya menjalani hidup?

banyak orang-orang di luar sana yang pikirannya lebih banyak dipenuhi dengan ‘apa yang bisa di makan esok hari’, bagaimana bisa bertahan hidup, bukan karena tidak mw memikirkan yang lain, tapi karena memang tidak bisa, tidak punya kesempatan. Lantas, apa mereka salah??

sedangkan aku disini,, seharusnya banyak yang bisa aku pikirkan, tapi kenapa malah bilang malas, kenapa malah bilang ini beban?

aku aneh,,

seharusnya aku lebih banyak mengucap syukur

terus,,

buat apa mengeluhkan takdir tidak adil,

aku yang terlalu aneh, menganggap ukuranku sama dengan ukuran Tuhan, menganggap ilmuku sudah melangit, hatiku yang terlalu dangkal,,

buat apa mengeluhkan orang-orang, pemerintah, presiden,,

ah, tak penting,,

seperti aku yang paling benar, paling hebat, paling mengerti,,

aku terlalu naif. tidak solutif. berpikir kalau cukup dengan mengeluh semua akan beres.

dunia tidak butuh keluhanku. dunia menantiku bergerak.

9 responses so far

Oct 10 2008

celahlangit

Tentang cinta

Filed under Uncategorized

saya merasa tertohok dengan sebuah komen di salah satu postingan saya,

gimana caranya kamu bisa mencintai-Nya???

ckckck,, subhanallah!!! pertanyaannya bikin saya balik mempertanyakan banyak hal ke diri saya, juga bikin saya laper-laper mules (apa coba?).

Untuk yg nanya, maaf sy cm bs jawab dengan segala kesotoyan saya. mungkin akan terdengar bodoh dan klise, tapi maklumlah, baru sebatas itu pemahaman saya, harap dimaklumi. (ya ampun, rendah hati bget y saya..wekekeke)

dan apapun yg sy tulis belum berarti sy juga sudah menjalankannya. sy juga masih belajar. semoga Allah mengukuhkan hati ini untuk senantiasa belajar.

Saya juga ingin meluruskan sesuatu,,

pernyataan bahwa saya mencintainya bukanlah pendeklarasian bahwa saya telah mencintai-Nya dengan benar melainkan janji dan komitmen saya bahwa saya ingin mencintai-Nya. Yap! sebuah niat, komitmen awal. Sebuah keinginan. Semua cukup berawal dari keinginan, dari keinginan yg selanjutnya jadi awal segala usaha saya untuk mendekatkan diri pada-nya, mencurahkan mahabbah semata-mata untuk-Nya dan karena-Nya. Saya tidak perlu berpikir rumit apakah usaha saya telah berhasil. Karena saya tahu, Dia tidak melihat pencapaian saya, tapi melihat sekeras apa saya berusaha.

kenapa bisa mencintai?

ada banyak alasan untuk mencintai bukan? Dan alasan paling rasional kenapa kita mencintai-Nya adalah karena Dia mencintai kita. Terkait dengan aqidah, pengakuan akan nilai-nilai ketuhanan dan tujuan penciptaan yang selanjutnya menjelma menjadi dasar-dasar segala bentuk penghambaan, menjadi alasan atas ibadah-ibadah kita. Bagaimana mungkin kita tidak mencintai-Nya sementara Dia telah men”jadi”kan kita dan menyempurnakan kejadian kita, meniupkan ruh, membentuk kita dalam sebaik-baik bentuk, mencurahkan tak terhitung nikmat, menyusun alur hidup yang luarbiasa, menyiapkan malaikat yang menjaga kita. Apalagi yg kurang??? butuh alasan apalagi untuk menyiang angkuh dan menyemai bibit-bibit cinta?? itu sudah jauh melampaui cukup . Walaupun sebenarnya kita masih punya sangat banyak alasan kenapa mencintai-Nya. Dan alasan favorit saya (terinspirasi dr sebuah novel terjemahan,hehe) adalah bukan karena saya harus mencintai. bukan keharusan. melainkan saya mencintai karena saya memang ingin begitu. yap, karena sebuah keinginan.

mungkin alasan ini terdengar klise untuk banyak orang. Tapi bagi saya, itu berarti banyak. lagi-lagi, itu komitmen.

Bagaimana bisa mencintai-Nya??

Terus terang saya merasa belum pantas menjawabnya.

tapi saya ingin berbagi satu hal. satu sudut pandang dalam menilai cinta. saya pernah membaca sebuah tulisan dan sy dpt pelajaran berharga tentang bagaimana menilai cinta dari sana. Cinta adalah bahasa universal yang manusia di belahan bumi manapun mampu menangkap nilai-nilainya tanpa medium lingua. tanpa rumit dan beragamnya usaha orang-orang menarik defisini cinta ke dalam kata-kata. Semua org setuju bahwa cinta adalah hal yang positif walaupun seingat saya tak ada satupun teks buku pelajaran yang menyuguhkan definisi cinta.

dan pelajaran yang pernah saya dapat adalah jangan memperumit makna cinta. Sederhanakanlah. Jangan memandang cinta sebagai sebuah kata benda. karena ketika kata itu masuk ke ranah nomina, ia adalah sesuatu yang abstrak. Siapa yang pernah tau bagaimana bentuk cinta? apakah cinta adalah gambar hati berwarna pink? atw seperti mawar?? ada yg tahu?

ketika kita tidak tau wujudnya tentu saja kita akan kebingungan mengapresiasinya. Jadi jangan pandang cinta sebagai kata benda, tapi pandanglah ia sebagai kata kerja. Karena itu akan membuatnya dinamis. Sekarang cinta adalah perbuatan. Cinta adalah hati-hati yang “tergerak” untuk berbuat, kaki dan tangan yang “bergerak” dan berbuat, dan selanjutnya segala kebaikan yang kita perbuat semata-mata adalah bentuk cinta kita pada-Nya. Semata-mata karena mencintai-Nya.

tidak perlu cemas,, cinta pada-Nya bukanlah sholat 24jam dalam sehari, juga tidak perlu mencemaskan apakah sujud-sujud panjang kita telah menggetarkan arasy-Nya, itu urusan-Nya. Yang penting niatkan bahwa segala bentuk ibadah (selain adalah karena mengharapkan surga dan takut akan siksa neraka yg Ia janjikan) adalah bentuk cinta kita pada-Nya, usaha kita mendekatkan diri pada-Nya.

terakhir,,

sesungguhnya Dia-lah yang meniupkan segala perasaan, milik-Nya lah segalanya, dari Dia segala berawal dan juga pada-Nya segala sesuatu bermuara.

Semoga Sang Pemilik Cinta memenuhi hati-hati kita dengan cinta pada-Nya dan cinta karena-Nya. Amin.

wallahu’alam…

nb: knp jadi pake ’saya’2 ya??? (ga penting ya?hihi)

5 responses so far

Sep 03 2008

celahlangit

AsteroidaHelix

Filed under Uncategorized

“ASTEROIDA
HELIX”-“IKATAN BINTANG2’ qt berpisah untuk mlngkapi makna itu! Qt berpisah
untuk mengejar bintang qt, menjadi bintang, dan akhirnya saling berbagi terang,
menerangi keremangan”

Waww,subhanallah,, asteroidahelix,luar biasa sekali nama
itu…

Bangga jadi bagian dari “kita”, bagian dari keluarga
ini.

Banyak sekali cerita. Banyak sekali pelajaran. Banyak
sekali hikmah. Banyak. Sangat.

Rindu saat-saat kita berbagi kisah, rindu cara kalian
menghargaiku,berpikiran buruk tentangku, senyuman kalian, keluh kesah yang
kalian ceritakan, suara kalian menyapaku, semangat kalian menyemangatiku, nasehat-nasehat
kalian mengingatkanku. Rindu semuanya.

Rindu saat kita tertawa. “Tertawa, menertawakan, ditertawakan”
dan akhirnya itu mengajarkan kita tentang satu hal: kekeluargaan.

Rindu saat kita menangis bersama. Ya Allah, lucu sekali
momen itu. Sekarang aku bisa menertawakan betapa bodoh kita saat itu. Betapa
hidup adalah cara kita memandang hidup itu. Dan saat itu kita tahu hidup begitu
sederhana, karena menurut kita hidup hanyalah tangis dan tawa. Hanya rentang
dari telat masuk kelas hingga kebahagiaan tak terkira ketika jam pelajaran
berakhir.

Hmm..

Rantai2 Asteroida,

Sampai berkumpul suatu hari nanti,

Aku tunggu cerita kalian.

Aku tunggu kalian berpendar,

Lalu  kita berbagi
terang menerangi keremangan.

Lagi, aku rindu…

Hanya Allah yang
tahu betapa rindu begitu mengganggu.

8 responses so far

« Newer Posts - Older Posts »